Kenapa Alergi Dengan Salafy? (1)

Bantahan terhadap Majalah ” Mabadi’ ” PP Al-Irsyad Baru
Dialog Bersama Kiayi jaidi
Oleh Ustadz Abu Abdirrahman Abdurrahman Bin Thayyib, Lc

Sesungguhnya diantara metode salaf adalah membantah orang-orang yang menyimpang dari Al-Qur’an dan sunnah serta dari pemahaman salafush sholeh (sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in). Bahkan ini merupakan tugas para ulama dan para pembawa ilmu agama ini, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:

يَحمِلُ هَذَا العِلمَ مِن كُلِّ خَلَفٍ عُدُولُه يَنفُونَ عَنهُ تَحريفَ الغَالين وَانتِحالَ المُبطِلِينَ وَتَأوِيلَ الجَاهِلِين

Artinya : “Ilmu (agama) ini dibawa oleh orang-orang yang adil (para ulama) disetiap generasi, mereka meniadakan dari (agama) ini penyimpangan orang yang ekstrim dan jalannya orang yang batil serta takwilnya orang yang jahil/bodoh” (HR.Ibnu Adi dan selainnya ).[1]

Imam Ahmad bin Hambal rahimahahulahu salah seorang ulama salaf ahli sunnah wal jama’ah menukil hadits diatas dan menjadikannya sebagai bagian dari muqoddimah kitab beliau “Ar-Rod ‘alal Jahmiyah waz zanaadiqoh” (Bantahan terhadap kelompok Jahmiyah dan orang-orang zindiq). Beliau rahimahullahu berkata :

“Segala puji bagi Allah yang memunculkan disetiap zaman kekosongan para rasul, penerus para ulama yang menyeru orang yang tersesat kepada petunjuk, yang bersabar atas gangguan yang menimpa mereka. Mereka hidupkan dengan Al-Qur’an orang-orang yang mati (hatinya) dan mereka terangi dengan cahaya Allah (ilmu agama) orang-orang yang buta (mata hatinya). Berapa banyak para korban pembunuhan oleh Iblis yang mereka hidupkan ?! dan berapa banyak orang yang tersesat mereka tunjukkan?! Alangkah baiknya jasa mereka terhadap manusia ! Tapi alangkah jahatnya balasan manusia terhadap mereka ! Mereka (para ulama) meniadakan dari Al-Qur’an penyimpangan orang yang ekstrim dan jalannya orang yang batil serta takwilnya orang jahil yang mengibarkan bendera bid’ah serta menyebarkan fitnah dan mereka berselisih tentang Al-Qur’an serta menyelisihi Al-Qur’an . Mereka (orang yang ekstrim/batil/jahil) bersepakat untuk meninggalkan Al-Qur’an, berbicara tentang agama Allah dan tentang Al-Qur’an tanpa ilmu, mereka sering berbicara tentang hal-hal yang mutasyabih (samar-samar) untuk menipu orang-orang bodoh/awam dengan membuat kerancuan. Kita berlindung kepada Allah dari fitnahnya orang-orang yang sesat”.

Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sendirilah yang mencontohkan metode membantah para penyesat, seperti yang pernah beliau lakukan ketika membantah nenek moyang khowarij yaitu Dzul Khuwaishiroh At-Tamimi. Dzul Khuwaisiroh berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam disaat beliau sedang membagikan harta rampasan perang setelah datang dari Hunain : “Wahai Muhammad, berbuat adillah karena engkau tidak berbuat adil !” maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

“Celaka engkau, siapa yang akan adil jika aku tidak adil ?!” kemudian beliau bersabda : “Akan keluar dari tulang rusuk orang ini sekelompok orang yang kalian akan meremehkan sholat kalian jika kalian bandingkan dengan sholat mereka. Dan kalian juga akan meremehkan puasa kalian jika kalian bandingkan dengan puasa mereka. Mereka keluar dari Islam sebagaimana keluarnya anak panah dari sasarannya” (HR.Bukhori)

Dan didalam Al-Qur’an juga banyak sekali Allah membantah orang-orang yang menyimpang baik dari kalangan Yahudi, Nashrani maupun orang-orang musyrik dan selain mereka, diantaranya yang disebutkan dalam firman-Nya :

Artinya : “Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya”. Katakanlah: “Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?” (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu).” (QS.Al-Maidah : 18) dan firman-Nya :

“Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk,” yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu.” Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan kembali jasad-jasad mereka yang sudah hancur itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.” (QS.Yasin : 77-81).

[1] Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi –hafidzhahullahu- murid senior ahli hadits Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullahu dalam footnote kitab “Miftah daaris sa’adah” oleh Ibnu Qoyyim rahimahullahu 1/500.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: