Kenapa Alergi Dengan Salafy? (2)

Bantahan terhadap Majalah ” Mabadi’ ” PP Al-Irsyad Baru
Dialog Bersama Kiayi jaidi
Oleh Ustadz Abu Abdirrahman Abdurrahman Bin Thayyib, Lc

Kalau kita perhatikan sejarah, tidak ada satu generasi pun melainkan para ulama yang hidup pada saat itu gencar melancarkan bantahan kepada para penyesat dan perongrong agama serta menyingkap kedok para dai-dai yang menyeru ke neraka jahannam. Tidak ada yang lebih membuktikan akan hal ini selain karya emas mereka seperti Ar-Rod ‘alal jahmiyah oleh Imam Ahmad (meninggal tahun 241 H), Ar-Rod ‘alal jahmiyah dan Ar-Rod ‘ala Bisyr Al-Marriisi oleh Utsman Ad-Daarimi (meninggal tahun 280 H), Ar-Rod ‘alal jahmiyah oleh Ibnu Mandah (meninggal tahun 395 H), Dzammul kalam wa ahlihi oleh Al-Harwi (meninggal tahun 481 H), Al-intishor fir roddi ‘alal mu’tazilah al-qodariyah Al-Asyror oleh Yahya bin Abil Khoir Al-‘Imrooni (meninggal tahun 558 H), Ar-rod ‘alal Akhnai, Ar-rod ‘alal manthiqiyyin, Ar-Rod ‘ala man qoola bifana-il jannah wan naar, minhaajus sunnah an-nabawiyah fii naqdi kalaamisy syiah al-qodariyah oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (meninggal tahun 728 H), As-Shoorim Al-Manki fir roddi ‘alas Subki oleh Ibnu Abdil Haadi (meninggal tahun 744 H), Ijtima’ juyusy Al-Islamiyah ‘ala ghozwil mu’aththilah wal jahmiyah oleh Ibnul Qoyyim (meninggal tahun 751 H), Ash-showaaiq Al-Muhriqoh ‘ala ahlil rofdhi wadh-dholaali wazzandaqoh oleh Ibnu Hajar Al-Haitami (meninggal tahun 973 H), Ta’siisut taqdiis fii kasyfi talbiis Dawud bin Jarjiis oleh Abdullah bin Abdurrohman Aba Baathiin (meninggal tahun 1282 H), Al-Asilah Al-Hidaad fi roddi syubhaati Alwi Haddaad oleh Sulaiman bin Sulaiman An-Najdi (meninggal tahun 1349H), dan masih banyak lagi.

Semua ini mereka lakukan dalam rangka الدِينُ النَصِيحَةُ Agama adalah nasehat, dan dalam rangka amar ma’ruf nahi mungkar seperti yang dijelaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah v dalam ucapan beliau : “Seorang dai yang menyeru kepada bid’ah berhak mendapatkan sangsi menurut kesepakatan kaum muslimin. Sangsinya terkadang bisa dengan membunuhnya dan terkadang dengan selain itu. Seandainya orang tersebut tidak layak diberi sangsi ataupun tidak mungkin memberinya sangsi maka yang wajib adalah memperingatkan umat dari bid’ahnya, karena ini termasuk amar ma’ruf dan nahi mungkar yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya”.[1]

Begitu jelasnya metode salaf ini, namun sayang masih banyak orang yang alergi dengan kata “bantahan” yang dilakukan oleh para ulama dan dai salafi terhadap para penyesat umat, meskipun hal tersebut didasari oleh dalil-dalil syar’i dan bukti-bukti yang otentik, sebagaimana sebagian mereka juga alergi dengan istilah “Salafi”.

Diantara yang alergi dan phobi dengan salafi adalah majalah Mabadi’ edisi 4 tahun 2/2006 yang dikeluarkan oleh PP.Al-Irsyad Al-Islamiyah (terbaru). Mabadi’ dalam hal.2 mengatakan : “Kami khawatir lembaga Al-Irsyad telah digadaikan pada kelompok tertentu yang berkedok salafi. Al-Irsyad akan dijadikan kereta barang untuk memuat aqidah lain yang ongkos angkutnya telah diterima oleh mereka. Gerakan yang membahayakan Al-Irsyad secara keseluruhan.

Gerakan yang bekerja ala mafia dengan para sindikatnya yang menjual aqidah Al-Irsyad untuk memperkaya diri sendiri. Mereka tampil bagaikan Boss-Boss Besar berkeliling keseluruh cabang  membagi-bagi hadiah dan memberi pekerjaan, seakan-akan uang dari kantong pribadinya. Padahal uang yang dibagi-bagikan itu dari hasil menjual lembaga Al-Irsyad untuk dijadikan kereta barang yang memuat misi dan aqidah lain yang berkedok salafi.”

Jawaban :

Artinya :Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.(QS.Al-Kahfi : 5).

Wahai mabadi’, tidakkah engkau ingat firman Allah ta’ala :


Artinya : ” Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa.
Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (QS.Al-Hujurat : 12)

dan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam :

إِيَّاكَم وَالظَنَّ فَإِنَّ الظَنَّ أَكذَبُ الحَديثِ

Artinya : “Hati-hatilah kalian dari berprasangka (buruk), karena prasangka tersebut adalah sedusta-dustanya ucapan” (HR.Bukhori dan Muslim).

Tahukah engkau apa itu Salafi ?! Apa aqidah mereka ?! Apakah tuduhan ini hanya berlandaskan hawa nafsu semata ?! Apakah ucapan kotor kalian diatas dikarenakan pertikaian interen organisasi hingga kalian membabi buta ?! Apakah ini semua hanya untuk mencari dukungan semata?! Engkau tidak tahu arah, tidak tahu mana yang haq dan mana yang batil bagaikan si buta yang berjalan dihutan belantara di malam yang gelap gulita.

Jika engkau tidak tahu tentang apa itu Salafi, silahkan baca dan renungkan rubrik “Mengapa harus Salafi ?” Apabila engkau belum tahu aqidah Salafi, bacalah ushuluts tsalasah, kasyfusy syubhat dan kitabut tauhid oleh Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahab v, Aqidah Wasitiyah, Tadmuriyah dan Hamawiyah oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah v, Aqidah Thohawiyah beserta syarah Imam Ibnu Abil ‘izzi Al-Hanafi v, Ushulus sunnah oleh Imam Ahmad v, Syarhus sunnah oleh Imam Al-Barbahari v dan lain sebagianya. Kitab-kitab tersebut diatas memenuhi kajian-kajian Salafi sejak dulu sampai detik ini.

Jika Mabadi’ benci dan alergi dengan aqidah salafi yang termuat dalam kitab-kitab diatas, maka apa aqidah kalian ? Dakwah Salafi diantara cirinya sebagaimana yang telah disebutkan dalam rubrik “Mengapa harus Salafi ?” adalah Senantiasa mengutamakan dakwah kepada tauhid ibadah (Seruan hanya Allah satu-satunya Dzat yang berhak disembah), disamping juga menjelaskan kepada umat tentang tauhid rububiyah dan asma’ wa sifat serta memerangi syirik dan bid’ah. Dan bukankah hal ini juga didakwahkan oleh Syaikh Ahmad Surkati seperti yang kalian cantumkan pada hal.19 ?! Mengapa kalian tidak alergi dengan Syaikh Ahmad Surkati seperti kalian alergi dengan Salafi ?! Apakah karena beliau adalah pencetus organisasi dan pembesar kalian ?! Berpikirlah dahulu sebelum kalian berbicara dan menuduh !!!

Artinya :Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan. (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun. (QS.An-Nisa’ : 43).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: