Rifqon Ahlassunnah Bi Ahlissunnah (8)

PENUTUP

Sebagai penutup, saya wasiatkan kepada para penuntut ilmu semua agar bersyukur kepada Allah, karena atas taufik-Nya semata mereka bisa menjadi seorang penuntut ilmu. Oleh karena itu, hendaknya mereka senantiasa menjaga keikhlasan dalam menuntut ilmu dan mau mengorbankan segala yang berharga, termasuk jiwa-raganya, dalam rangka mendapatkan ilmu tersebut. Hendaknya mereka memanfaatkan waktunya untuk menyibukkan diri dengan kegiatan keilmuan, karena ilmu tidak bisa didapatkan dengan berangan-angan atau tenggelam dalam kemalasan dan keterlenaan. Yahya bin Abu Katsir Al-Yamani berkata, Ilmu tidak akan didapatkan dengan bersantai-santai‌ [1]

Sungguh banyak ayat-ayat Al-Qur an dan hadits-hadits Nabi yang menerangkan keutamaan ilmu dan orang yang memilikinya. Allah Ta’ala berfirman.

شَهِدَ اللّهُ أَنَّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلاَئِكَةُ وَأُوْلُواْ الْعِلْمِ

Artinya : Allah dan para malaikat serta orang-orang yang berilmu menyatakan (bersaksi) bahwa tiada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia (Allah)‌ [Ali-Imran : 18

Allah Ta’ala juga berfirman.

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

Artinya : Katakanlah, Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?‌ [Az-Zumar : 10]

Allah Ta’ala juga berfirman.

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

Artinya : Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat‌ [Al-Mujadalah : 11]

Allah Ta’ala juga berfirman.

وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْماً

Artinya : Dan katakanlah : Ya Robb, tambahkanlah ilmuku [Thaha : 114]

Hadits-hadits tentang masalah itu di antaranya adalah sabda Rasulullah.

Artinya : Siapa yang dikehendaki baik oleh Allah, maka Allah akan memberi kefahaman kepadanya dalam masalah agama‌ [Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari no.71 dan Muslim no. 1037]

Hadits ini menunjukkan tentang tanda-tanda Allah hendak memberikan kebaikan pada seorang hamba yaitu dengan memberikan pemahaman dalam masalah agama. Hal itu karena dengan paham tentang masalah agama, maka dirinya akan menyembah Allah dengan ilmu dan juga akan menyeru orang lain dengan ilmu juga.

Rasulullah juga bersabda.

Artinya : Yang terbaik di antara kalian adalah orang yang belajar Al-Qur an dan mengajarkannya‌ [Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 5027]

Beliau juga bersabda.

Artinya : Sesungguhnya Allah mengangkat derajat sebuah kaum dengan kitab ini (Al-Quran) dan merendahkan yang lain dengan kitab ini pula‌ [Hadits Riwayat Muslim no. 817]

Beliau juga bersabda.

Artinya : Semoga Allah membaguskan seseorang yang mendengar perkataanku kemudian menghafalnya dan menyampaikannya seperti yang ia dengar‌ [2]

Nabi juga bersabda.

Artinya : Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memasukkan orang tersebut pada salah satu jalan menuju surga. Sesungguhnya malaikat mengatupkan sayapnya karena ridha kepada seluruh penuntut ilmu. Penghuni langit dan bumi, sampai ikan sekalipun yang ada di dalam air memohonkan ampun untuk seorang alim. Keutamaan seorang alim dibandingkan seorang ahli ibadah seperti keutamaan cahaya bulan purnama dibandingkan cahaya bintang-bintang. Para ulama adalah pewaris para nabi, namun mereka tidak mewariskan dinar maupun dirham. Mereka hanyalah mewariskan ilmu. Siapa yang mengambil ilmu tersebut sungguh ia telah mendapatkan bagian yang banyak dari warisan tersebut‌ [3]

Beliau juga bersada.

Artinya : Apabila seorang manusia meninggal maka terputuslah pahala segala amalannya kecuali dari tiga perkara ; yaitu sadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya‌ [Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim no. 1631]

Beliau juga bersabda.

Artinya : Siapa yang menyeru kepada petunjuk, maka ia akan mendapatkan pahala sebanyak pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun dari pahala mereka. Siapa yang menyeru kepada kesesatan, maka ia akan menanggung dosa sebanyak dosa orang yang mengikutinya itu tanpa mengurangi sedikitpun dari dosa mereka‌ [Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim no. 2674]

Pada kesempatan ini, saya wasiatkan pula kepada siapa saja agar mengisi waktu dan umurnya dengan hal-hal yang mendatangkan kebaikan bagi manusia. Nabi bersabda.

Artinya : Ada dua kenikmatan yang banyak menipu manusia, yaitu kesehatan dan waktu luang‌ [4]

Saya wasiatkan juga kepada semuanya agar senantiasa menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat dan meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat, karena Rasulullah bersabda.

Artinya : Diantara indikasi baiknya keislaman seseorang adalah mau meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya‌ [5]

Saya juga berwasiat agar kalian berlaku adil dan bersikap tengah-tengah, tidak berlebih-lebihan dan juga tidak meremeh-remehkan, karena Nabi bersabda.

Artinya : Berhati-hati kalian terhadap sikap berlebih-lebihan dalam agama : Ketahuilah, orang-orang sebelum kalian binasa karena sikap berlebih-lebihan dalam agama‌ [6]

Saya juga berwasiat agar kalian waspada terhadap perbuatan zhalim, karena ada larangan yang terdapat dalam hadits Qudsi.

Artinya : Wahai para hambaku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman atas diriKu, dan Aku telah menjadikan sikap zalim sebagai sesuatu yang diharamkan untuk kalian. Oleh karena itu, janganlah kalian saling menzalimi‌ [Hadits tersebut diriwayatkan oleh Muslim no. 2577]

Dan sabda Rasulullah.

Artinya : Takutilah oleh kalian kezaliman ; sesungguhnya kezaliman membawa kegelapan pada hari kiamat‌ [Hadits tersebut diriwayatkan oleh Muslim no. 2578]

Saya memohon kepada Allah Ta’ala semoga berkenan memberikan taufiq-Nya kepada kita semua untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan beramal dengannya, serta mendakwahkannya dengan keterangan yang jelas.

Semoga Allah mengumpulkan kita semua dalam kebenaran dan petunjuk, dan menyelamatkan kita semuanya dari berbagai bencana, baik yang nyata maupun yang tersembunyi. Sesungguhnya Allah Maha Penolong dalam hal tersebut dan Maha kuasa.

Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam serta keberkahan kepada hamba dan Rasul-Nya, Nabi kita Muhammad dan kepada keluarga serta para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kemudian. Amin.

– Selesai akhir buku –

——————————————————————-

Foote Note
[1] Hadits ini adalah shahih mutawatir. Lebih dari dua puluh orang shahabat meriwayatkan hadits ini. Hadits ini saya sebutkan dalam kitabku yang berjudul “Dirasah Hadits Nadhdharallahu Imra an Sami’a Maqalati Riwayah Wa Dirayah”.
[2] Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Daud no. 3628 dan lainnya. Lihat takhrijnya dalam kitab Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no. 70, dan Ta’liq Musnad Imam Ahmad no. 21715. Ibnu Rajab memberikan penjelasan tentang hadits ini dalam bahasan tersendiri. Potongan pertama dari hadits tersebut terdapat dalam Kitab Shahih Muslim no. 2699
[3] Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya no. 6412. Hadits ini adalah hadits pertama yang disebutkannya dalam kitab Ar-Riqaq. Al-Bukhari juga menyebutkan dalam kitab tersebut sebuah atsar dari Ali bin Abi Tholib

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: