Kenapa Alergi Dengan Salafy? (3)

Masuknya dakwah Salafiyah kedalam sebuah organisasi seperti Al-Irsyad, sebenarnya adalah anugrah yang selayaknya disyukuri bukan malah dimusuhi dan dibenci. Dakwah Salafiyah mengingatkan kalian (Irsyadiyin) kepada ajaran Islam yang murni, ajaran salafush sholeh yang juga diserukan oleh pendiri kalian. Dakwah Salafiyah ingin memperbaiki aqidah, ibadah serta metode anak cabang kalian yang sudah rapuh dan menyimpang. Janganlah kalian korbankan kebenaran hanya karena memperebutkan kekuasaan serta bisikan setan !!!

Tidak cukup sampai disini saja celaan-celaan serta tuduhan batil kepada dakwah salafiyah yang dilakukan oleh Mabadi’. Seorang kyai yang bernama KH.Abdullah Al-Jaidi (ketua majelis dakwah PP.Al-Irsyad Al-Islamiyah) ikut andil pula dalam menabuh genderang perang dengan dakwah salafiyah lewat hujatan, tuduhan yang membabi buta serta mencampur-adukkan antara yang haq dengan yang batil di hal.31-33.

Oleh karena itulah dengan meminta pertolongan dan taufiq-Nya kita bersama-sama akan menyingkap sebagian kerancuan, kebatilan serta kejahilan sang Kyai Al-Jaidi. Tapi sebelumnya mohon ma’af kepada para pembaca kalau dalam bantahan ini terdapat kata-kata pahit dan pedas, tapi insya Allah mengandung obat dan penawar bagi racun syubhat.

Artinya : Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim. (QS.Asy-Syuro : 40)

Pak Kyai berkata :  “Namun yang menarik perhatian kini, adanya kecenderungan bahwa pengertian salaf dibatasi pada faham keislaman yang hanya dititik beratkan pada pembahasan tauhid asma dan sifat, menolak bid’ah, khurafat dan khilafiah saja. Seakan-akan umat Islam tak punya masalah lain kecuali permasalahan itu. Sepertinya belum sah kesalafan seseorang kalau belum berkutat pada isu tersebut. Sekarang yang banyak terjadi didalam perhatian mereka pada masalah khilafiah, kurang bertimbang pada dampak negative yang lebih besar, yaitu dikaburkannya sumuliyatul (keutuhan) Islam sebagai hakekat manhaj (metode salaf)”.

Salafi menjawab : Dakwah salafiyah adalah seruan kepada ajaran Islam secara keseluruhan baik aqidah, ibadah, akhlak, muamalah, dakwah, jihad, politik dan lain sebagainya dengan berlandaskan kepada Al-Qur’an dan sunnah serta pemahaman salafush sholeh. Hal ini merupakan perwujudan firman Allah SWT :

Artinya : ” Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS.Al-Baqarah : 208).

Namun perlu diketahui bahwa Islam memiliki prioritas dalam berdakwah seperti yang dicontohkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Tiga belas tahun lamanya beliau di Mekah hanya berdakwah kepada tauhid hingga sebelum beliau meninggal dunia beliau tetap memprioritaskan dakwah kepada tauhid dan melarang dari kesyirikan, bid’ah dan khurofat. Dari Aisyah –rodhiyallahu ‘anha- dan Ibnu Abbas t bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam ketika akan meninggal dunia menutupkan kain pakaian ke wajah beliau dan jika merasa sesak beliau membukanya seraya bersabda : “Laknat Allah bagi orang-orang Yahudi dan Nashara yang menjadikan kuburan Nabi-Nabi mereka sebagai masjid”. (HR.Bukhori dan Muslim).

Bahkan Ibnul Qoyyim v mengatakan bahwa Al-Qur’an semuanya tauhid. [1] Tapi hal ini bukan berarti meniadakan yang lainnya dari permasalahan agama dan umat ini. Dan kalau pak Kyai mau membuka mata dan membaca kitab-kitab para salaf seperti yang disebutkan sebagiannya diatas maka anda akan mengetahui bahwa apa yang didakwahkan oleh salafi sekarang ini tidak lain hanyalah meneruskan tongkat estafet para ulama salaf dalam berdakwah. Jika pak Kyai membenci dakwah salafiyah/salafi berarti pak Kyai secara sadar atau tidak telah membenci pula dakwah ulama salaf bahkan dakwah Syaikh Surkati (pendirimu) yang tercantum dalam karya-karya beliau seperti Al-Masaailuts tsalaats dan yang lainnya. Padahal engkau telah mengatakan : “Generasi salaf ini bukan sekedar pengakuan para ulama, melainkan telah diisyaratkan oleh hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam[2] : “Sebaik-baik generasi adalah generasiku, kemudian orang-orang sesudahnya dan orang-orang sesudahnya lagi” (HR.Bukhory).

Demikianlah kebatilan yang saling bertolak belakang/bertentangan yang terdapat pada ucapan pak Kyai.

Artinya : Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. (QS.An-Nisa’ : 82).

__________________________________________________________

>1] Lihat “Fathul Majid syarhu kitabit tauhid” hal 17 oleh Syaikh Abdurrohman bin Hasan Alu Syaikh rahimahullahu.
[2]Penulisan saw ini tidaklah sejalan dengan manhaj salaf. Lihat kembali Adz-Dzakhiroh edisi 15 hal.4-5


1 Komentar

  1. PayonryGlyday said,

    21/09/2012 pada 18:38

    Yang paling dasar memohon melalui meskipun ini sedang memanas udara dari berjemur panas , kotoran , yang membawa juga dapat melayani front atmosfer dan banyak lagi .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: